Pages

Tampilkan postingan dengan label Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gramedia Pustaka Utama. Tampilkan semua postingan

[Bookieslicious Book Review] Love on Probation - Christina Juzwar

Senin, 23 Mei 2016


Judul: Love on Probation
Penulis: Christina Juzwar
Cover: Soft Cover (20x13.5 cm)
Halaman: 336 halaman
Harga: Rp. 78.000

Janji kencan yang tidak ditepati membuat Alita Mendrofa sakit hati dan ingin melupakan keberadaan Arestyo Miller dalam hidupnya. Namun itu tak mungkin. Mereka bekerja di kantor yang sama dan pria itu pun gigih meminta maaf, bahkan nekat mengajaknya kencan ulang.
Yang tidak Lita pahami, persetujuannya atas usul Ares tentang memberi kesempatan pada hubungan mereka. Percobaan yang awalnya terdengar konyol. A thirty days probation.
Pelan-pelan, Lita membiarkan dirinya mengenal Ares. Ia masuk lebih dalam ke kehidupan pria itu. Ke cerita kelam tentang keluarga Ares dan akhirnya, alasan tentang janji kencan pertama yang tidak ditepati pria itu.
Yang Ares tidak pahami, alasan Lita menarik diri setiap pria itu bertanya tentang masa lalunya. Tentang bekas luka di punggungnya. Lalu bagaimana status hubungan mereka di hari ke-30?

"Every single day for thirty days untuk menjalankan sebuah hubungan. Us as a couple. It's like a probation"

Awalnya Alita Mendrofa yang biasa disapa Lita menganggap permintaan seorang Arestyo Miller gila. Benar-benar gila bagaimana bisa ia meminta Lita untuk memberikannya kesempatan dengan menjalin cinta dalam masa percobaan selama tiga puluh hari? Jika salah satu diantara mereka tidak merasakan chemistry selama tiga puluh hari tersebut, mereka boleh meninggalkannya.
Idenya Ares bukanlah ide yang baik, seperti itulah Lita berpikir telebih ia sudah cukup dibuat sakit hati oleh seorang Arestyo Miller. Bagaimana tidak, diawal kencan pertamanya oh bukan! Bahkan belum menjadi kencan pertama, Ares membatalkannya. Tidak hanya membatalkannya Ares pun membiarkan Lita menunggu selama lebih dari 2 jam belum lagi ketika Lita menelepon untuk menanyakan apa alasan Ares membatalkan kencan pertamanya, Ares malah membetaknya. Yang membuat Lita merasa sedih sekaligus kecewa.
Sejak malam itu, Lita memutuskan untuk tidak berkomunikasi maupun bertemu lagi dengan Ares. Tapi bagaimana bisa? Ares dan Lita bekerja di kantor yang sama. Mau tak mau ketidaksengajaan pun mempertemukan mereka. Di lift misalnya, selalu saja Ares dan Lita dipertemukan disana.
Sebenarnya Lita menolak ajakan kencan Ares yang berikutnya, tapi laki-laki tersebut tak pernah menyerah ia merasa bersalah dan sekaligus akan bertanggung jawab dengan mengajak Lita berkencan lagi dan lagi.
Selama tiga puluh hari tersebut, Ares dan Lita mulai mencoba mengenal satu sama lain tentang cerita kelam keluarga Ares dan masa lalu Lita yang cukup pahit untuk dibagi bersama Ares. Bagaimanakah kelanjutan hubungan Ares dan Lita setelah tiga puluh hari yang dilalui tersebut? Happily ever after kah? Atau sebaliknya.

Thank God, akhirnya bisa membaca cerita sebagus ini lagi. Iya, rasanya sudah sejak lama saya tidak membaca cerita romance yang membuat seluruh jiwa saya bergetar. Speechless. Pertama kalinya membaca karya Christina Juzwar dan dibuat terkagum-kagum apa adanya.
Mungkin sebagian orang akan suka jika dibuku yang mereka baca disajikan konflik yang begitu mendalam. Tapi saya bukanlah sebagian dari itu.
Saya tidak suka terlalu banyak konflik yang membelit sebuah cerita, saya akan lebih suka jika terdapat banyak adegan manisnya seperti cerita Ares dan Lita ini. Di buku ini bukannya tidak terdapat konflik, hanya saja tidak begitu berarti konflik yang ada, dan setiap ada konflik pasti selalu diselesaikan dengan cara yang sangatlah manis. Semanis dessert yang sering dimakan oleh Alita Mendrofa.

How about the characters? Definitely, you will like it as much as you can. Like me. They are totally awesome or more than awesome.
Bagaimana bisa setiap karakter yang tercipta begitu loveable, yaaa except Doni lah ya. Surely, I just want to kill him if I can ...
Sudah lupakan Doni dan mari berbicara mengenai si karakter wanita utama. Alita Mendrofa, anak bungsu dari dua bersaudara. Memiliki seorang kakak laki-laki bernama Leo dan calon kakak ipar perempuan bernama Jasmine. Papa Mama dan kakaknya tinggal di Singapore. Lita memiliki apartemen di Jakarta, dan memiliki sahabat yang sangat baik bernama Adriana, sahabat yang juga merangkap sebagai sekretaris dari seorang Arestyo Miller. Hidup Lita tidak sempurna, ia juga memiliki masa lalu kelam yang membuatnya selalu ketakutan jika mengingatnya.
"Gue suka lelaki yang romantis dan menganggap gue adalah dunianya. Seseorang yang mau melakukan apa saja untuk gue"

Arestyo Miller, please I like the way you treat Alita Mendrofa. Can you treat me like that Res? Sama dengan Lita, Ares hanya dua bersaudara. Ia memiliki seorang adik perempuan bernama Evelyn. Papa dan Mamanya tinggal di Jakarta. Seseorang yang bisa dikategorikan galak, pemaksa, but the charisma? No one can handle it!
"Well, kamu kurang beruntung. Aku tak biasa ditolak. Penolakan nggak akan membuatku berhenti mengejarmu. Aku akan mencarimu terus, lalu mengajakmu kencan. LAGI, LAGI, dan LAGI"

Ide cerita di Love on Prabation ini menarik. Christina Juzwar tidak hanya pandai menguntai kalimat-kalimat yang ada sehingga terasa manis namun pas dimata pembaca, tapi ia pun pandai membuat pembaca tersenyum karena tingkah para tokohnya. Terutama tingkahnya Ares ini. Pembaca pun akan dibuat terus membalik halaman demi halaman yang ada untuk mencari tahu alasan dibalik luka yang ada dipunggung Lita, menuju ending pembaca akan menemukan satu persatu jawaban yang ada. Termaksud jawaban di hari ketiga puluh mengenai kelanjutan hubungan Ares dan Lita.
Lagi dan lagi, cerita pun ditutup dengan sangat manis sampai rasanya nggak rela menutup halaman terakhir.

Entah mengapa untuk judul, saya lebih menyukai judulnya yang pertama di kumpulan cerpen autumn once more "Stuck With You" tapi kalau stuck with you mungkin cerita hanya lebih terlihat dari sisi Ares saja tidak dari sisi seorang Alita Mendrofa.
Judul dan cover sama cantiknya dengan karakter dan cerita yang ada.

Satu yang disayangkan kenapa novel ini nggak ada tanda-tanda berlabel dewasa? Atau lain sebagainya. Sedikit khawatir aja sih dibaca sama anak dibawah 17. Karena menurut saya lumayan banyak adegan intimnya. Oke untungnya saya sudah 18++ ya jadi nggak salah membacanya hehe.

Overall perfecto! Sweet as a sugar. I'll give


Terima kasih kak Christina sudah memberikan saya kesempatan membaca karyamu yang sebagus ini. Akan saya nantikan laki-laki macam Ares terlahir kembali di novelmu selanjutnya.
Terus berkarya jangan bosan menciptakan laki-laki menggoda seperti Ares dan si kecil menggemaskan seperti Emma. Oh ya tentunya romantic story like this ^^

"Jangan pernah menaruh harapan hingga melampaui langit. Terutama pada hati dan perasaan. Oh ya, juga pada lelaki" (halaman 32)

"Laki-laki itu kan memang makhluk paling nggak peka" (halaman 57)

"Gue cuma butuh seseorang yang bahkan dengan menatap gue aja, gue bisa mendengar di hati gue kalau dia mencintai gue. Mengagumi gue" (halaman 64)

"Kita memang kadang nggak bisa mengingatkan diri sendiri. Harus orang lain" (halaman 141)

"Aku bisa belajar dari masa lalu kamu. Karena aku ingin bisa menjadi lelaki yang terbaik untuk kamu" (halaman 268)

"Aku emang cuma punya satu alasan kenapa aku harus meninggalkanmu. Tapi aku punya seribu alasan kenapa aku begitu cinta sama kamu" (halaman 326)


Love,
Bookieslicious

[Bookieslicious Book Review] A untuk Amanda - Annisa Ihsani

Selasa, 17 Mei 2016


Judul: A untuk Amanda
Penulis: Annisa Ihsani
Cover: Soft Cover (20x13.5 cm)
Halaman: 264 halaman
Harga: Rp. 60.000

Amanda punya satu masalah kecil: dia yakin bahwa dia tidak sepandai kesan
yang ditampilkannya. Rapor yang semua berisi nilai A, dia yakini karena keberuntungan berpihak padanya. Tampaknya para guru hanya menanyakan pertanyaan yang kebetulan dia tahu jawabannya. Namun tentunya, tidak mungkin ada orang yang bisa beruntung setiap saat,kan? Setelah dipikir-pikir, sepertinya itu bukan masalah kecil. Apalagi mengingat hidupnya diisi dengan serangkaian perjanjian psikoterapi. Ketika pulang dengan resep antidepresan, Amanda tahu masalahnya lebih pelik daripada yang siap diakuinya. Di tengah kerumitan dengan pacar, keluarga, dan sekolahnya, Amanda harus menerima bahwa dia tidak bisa mendapatkan nilai A untuk segalanya.

Tadinya Amanda hanyalah seorang murid biasa yang sudah ditinggal oleh Ayahnya untuk selama-lamanya diusia delapan tahun. Ia pintar selalu bisa menjawab pertanyaan guru-guru. Diawal semester kelas SMA nya ia mampu mendapatkan IP 4.00, angka yang sangat memuaskan bukan? Terlebih lagi ia selalu memiliki Tommy sahabat dari kecil sekaligus pacarnya sekarang. Ia juga memiliki seorang Ibu yang berprofesi sebagai Akuntan. Dan ya ia memiliki teman-teman diklub Komputer seperti Rashid, July dan Wei yang juga pintar kemudian ada teman lainnya lagi yang sangat populer di sekolahnya, bernama Helena.

Itu semua akan berjalan sempurna kalau saja waktu itu Amanda tidak memiliki pikiran buruk. Pikiran bahwa dirinya adalah seorang penipu, nilai A yang selama ini ia dapatkan hanyalah  keberuntungannya saja terlebih lagi saat ada salah satu guru bertanya kemudian Amanda seperti biasa selalu berusaha untuk menjawab dengan mengangkat tangannya, tapi guru tersebut melarangnya dan berkata bahwa Amanda harus memberikan kesempatan kepada teman-temannya yang lain untuk menjawab. Disaat Amanda sudah yakin dengan jawabannya, satu kejadian terjadi. Ternyata jawaban yang Amanda punya salah, ia tak percaya lalu langsung membuka buku catatannya dan ya benar saja jawaban Amanda yang salah. Ia hampir tidak memercayainya.
Semenjak kejadian itu Amanda tidak ingin lagi mengangkat tangannya untuk menjawab pertanyaan guru-gurunya. Ia lebih memilih diam seolah-olah memberikan kesempatan kepada temannya untuk menjawab. Ia takut keberuntungannya akan habis, dan kedoknya sebagai seorang penipu ketauan dan semua orang hanya akan menertawainya.

Amanda tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi. Maka, dengan keberaniannya ia menceritakan semua permasalahan yang dihadapinya, ketakutannya kepada sang Ibu, Sarah.
Dan ya dengan bantuan sang Ibu sekarang akhir minggu Amanda selalu dihabiskan dengan perjanjian terapi dengan Dokter Eli si Dokter gendut berkacamata. Tadinya ia tidak membutuhkan obat anti depresan, tapi kemudian ia berpikir bahwa ia membutuhkannya.
Sekarang Amanda adalah seorang gadis biasa yang selalu mengonsumsi zoloft untuk bisa menenangkan pikirannya.

"Tadinya kukira orang mengalami depresi ketika ada sesuatu yang salah dengan hidup mereka. Tapi bagiku, depresi datang ketika segala hal dalam hidupku berjalan dengan sempurna"

A untuk Amanda, novel Young Adult pertama yang kubaca. Pertama kalinya juga saya membaca buku karangan Annisa Ihsani, yang dengar-dengar jika membaca buku-bukunya terasa baca buku terjemahan. Sepertinya ini pun berlaku di novel A untuk Amanda. Saya hanya tidak mengerti bagaimana penulis mampu membuatnya menjadi seperti tulisan terjemahan atau ya karena banyak tempat maupun pengetahuan yang terdengar asing dan penggambaran setiap adegan yang terjadi makanya menjadikan ketika membaca novel ini seperti membaca terjemahan.

Walaupun terasa membaca novel terjemahan, A untuk Amanda ini sama sekali tidak kaku. Gaya penulisannya kak Annisa berjalan lancar sekali saya bisa yakin akan hal itu.
Banyak membahas ilmu fisika, saya tidak terlalu mengertinya karena saya hanyalah seorang anak yang hari-harinya belajar Akuntansi. Tapi tidak apa cukup menambah pengetahuan.

Yang menjadikan saya tertarik ketika membacanya adalah karena begitu ramainya teman-teman blogger yang mengatakan bahwa A untuk Amanda adalah novel Young Adult yang baik. Karena penasaran saya masukkan ke daftar wishlist terlebih dahulu. Untungnya saya mendapatkan rezeki melalui kak Luckty jadi dengan tidak ada keragu-raguan saya memilih A untuk Amanda antarkan oleh pak JNE.

Rekomendasi sekali, seperti kata teman-teman blogger lainnya. Karena menurut saya pun pasti setiap dari kita memiliki ketakutan seperti Amanda. Mungkinkah dibalik kesempurnaan yang kita punya tersimpan sesuatu yang besar? Hanya saja terkadang kita tak ingin mengakuinya menjadi kenyataan. Takut diremehkan jika terbongkar oleh orang lain atau takut jika tidak menjadi sempurna lagi?

Dan ditutup dengan ending yang membuat saya sedikit bingung. Masih ada pertanyaan yang belum terjawab, apa mungkin karena gaya penulisannya yang asik untuk dibaca jadi kelewat. Ah tidak tahu. Yang pasti saya cukup suka dengan buku ini walaupun membingungkan saya.

"Dan pada saat itu, aku tidak peduli lagi seluruh sekolah tahu aku depresi. Seluruh dunia boleh tahu dan aku tidak akan peduli. Karena saat itu, aku tidak merasa begitu tertekan lagi"


"Memanfaatkan setiap kesempatan adalah salah satu aturan penting dalam mencapai prestasi yang memuaskan" (halaman 41)

"Apa yang kami miliki terlalu berharga untuk dipertaruhkan dalam hubungan jarak jauh" (halaman 112)

"Kalau dia benar-benar mencintaimu, dia akan menerima sebagai paket utuh, setiap bagian baik dan buruknya" (halaman 226)

"Apa pun yang saya dan orang lain pikirkan, itu tidak penting. Satu-satunya hal yang berpengaruh adalah apa yang kau pikirkan tentang dirimu sendiri" (halaman 253)




Love,
Bookieslicious










[Bookieslicious Book Review] A Beautiful Mess - Rosi L. Simamora

Jumat, 29 April 2016



Judul: A Beautiful Mess
Penulis: Rosi L. Simamora
Cover: Soft Cover (20 cm)
Halaman: 336 halaman
Harga: Rp. 75.000



Sebuah rahasia kelam memaksa Freya, gadis manja dan “high maintenance”, meminta bantuan ayahnya, lalu dengan terpaksa menerima nasib menyingkir ke pulau terpencil.

Di sana ia harus bekerja, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Freya seumur hidupnya. Dan siapa lagi yang mengawasi Freya kalau bukan Lian, pria tampan yang sepertinya membenci Freya sejak awal?Namun Lian juga menyimpan rahasia. Dan diam-diam, ia menyadari sesuatu telah tumbuh. Cintakah? Tidak. Tidak. Jangan cinta!Dan benarkah Freya telah berhasil meninggalkan masa lalunya? Ataukah… hantu masa lalu yang kelam namun teramat memikat itu akhirnya mengejar Freya hingga ke ujung dunia, dan ia selamanya takkan pernah lepas darinya? Takluk kembali pada satu-satunya laki-laki yang membuatnya begitu hidup, dan sekaligus mati?Kisah ini bercerita tentang cinta. Dan nafsu. Tentang jatuh. Dan bangkit. Tentang luka dan rasa takut. Dan bagaimana menaklukkannya.


Freyanka Alyra seorang gadis high maintenance yang tak terbiasa melihat kemiskinan yang ia tahu hanya bagaimana caranya untuk bersenang-senang dan menghabiskan uang Ayahnya.
Lian seorang pemuda yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Freya, telah menyukai Freya secara diam-diam sejak mereka masih kanak-kanak.
Perasaan Lian terhadap Freya terus tumbuh seiring berjalannya waktu sampai di suatu malam perayaan sidi di rumah Freya. Disitu Freya mengucapkan kata-kata tak enak yang menyinggung harga diri Lian. Mulai malam itu Lian tetapkan bahwa ia membenci seorang gadis manja bernama Freyanka Alyra.

Tak disangka takdir mempertemukan mereka kembali disuatu pulau terpencil.
Freya memiliki masalah yang besar maka, dengan sedikit ragu dan gengsi ia meminta bantuan Ayahnya untuk melunasi utang-utangnya kepada laki-laki yang telah membuatnya merasa hidup 
sekaligus mati. Tidak banyak yang bisa dilakukan Freya kecuali menerima perintah Ayahnya untuk pergi ke pulau tersebut untuk bekerja dan mengumpat dari hantu masa lalunya. Ia yakin benar sekarang adalah saat yang paling tepat untuk meninggalkan hantu masa lalu itu.

Freya pikir ini adalah jalan terbaik yang diberikan Ayahnya untuk meninggalkan hantu masa lalunya itu, Freya salah. Ia salah besar. Dirinya tak menyangka bagaimana bisa seorang Freyanka Alyra berada di pulau terpencil seperti ini dan betapa kejam Ayahnya saat menyuruh ia untuk mengurusi bisnis patung yang entah apa gunanya itu. Ia tidak habis pikir ditambah kehadiran Lian yang menjengkelkan itu. Sungguh jika biasanya laki-laki akan takluk dengan paras cantik yang ia miliki maka tidak untuk Lian.

"Hanya aku yang menginginkanmu seperti ini"
"Hanya aku yang memuaskanmu seperti ini"
"Hanya aku yang dapat membuatmu meliar. Kehilangan kendali"
"Hanya aku yang mengenalmu, relung-relung nafsumu, dirimu yang sesungguhnya"
"Hanya aku..."
"Hanya aku..."

Bagaimana jika laki-laki dari masa lalu Freya datang mencarinya dan memintanya kembali kepadanya? Akankah Freya takluk pada satu-satunya laki-laki yang membuatnya merasa hidup sekaligus mati?

Butuh waktu sebulan untuk saya menuntaskan buku ini. Bukan, bukan karena tulisannya jelek hanya saja saya kurang menyukai ide cerita di dalam buku ini dan alurnya terkesan sangat lambat. Baru di bab sebelas saya menemukan buku ini begitu hidup. Dari bab satu sampai sepuluh belum jelas konflik cerita seperti apa, Freya yang harus menerima nasib diasingkan di pulau terpencil oleh sang Ayah karena disana ia harus bekerja untuk melunasi utang-utangnya kepada sang Ayah.

Untuk penggambaran karakter Freya sendiri dijelaskan sangat mendetail, tetapi saya sulit mendapatkan bayangan bagaimana rupanya seorang Freyanka Alyra yang disebut-sebut sangat cantik ini. Yang dapat membuat hati setiap laki-laki bergetar.

Saya suka bagaimana penulis menghadirkan sosok Lian. Dan karenanya lah saya tetap melanjutkan membaca buku ini, saya tidak suka Freya dan Patar.
Dua karakter yang sangat menyebalkan, saya wanita tapi saya tidak merasa kasihan dengan Freya. 
Apa karena sikapnya yang sangat manja? Entah lah untungnya ada Lian yang bisa menyegarkan cerita.

Novel ini memiliki kaver dan judul yang sangat cantik dan menarik. Ketika membaca judulnya saya terus dibuat bertanya-tanya apa arti dari A Beautiful Mess? Sudah membaca sampai setengahnya pun belum mendapatkan apa arti judul tersebut dan di akhir ceritalah penulis menjelaskannya. Setelah saya mengetahuinya saya berpikir ada benarnya juga mengapa sosoknya disebut kesalahan terindah.

Dan saya suka bagaimana setiap bab ada ilustrasi yang menggambarkan cerita dibab tersebut.
Semua ilustrasinya menjadi favorite saya. Terima kasih lah untuk ilustrator yang menjadikan buku ini semakin cantik adanya.
Novel ini banyak mengambil budaya batak. Saya jadi sedikit mengetahui istilah-istilah orang Batak. Menarik, menambah pengetahuan baru.
Mengenai ending. Seperti biasa berakhir manis, seperti yang pembaca idam-idamkan.

Untuk pesan moralnya sendiri yang saya tangkap adalah, masa lalu tidak untuk dihindari tapi coba untuk dihadapi dan karenanyalah yang mengajarkan untuk tidak terluka ketika seseorang yang dulu teramat kita cintai pergi. Sesuatu indah yang pergi pasti akan datang bersamaan dengan sesuatu indah yang lainnya.

"And in the end, we were all just humans, drunk on the idea that love, only love, could heal our brokenness".- F. Scott Fitzgerald



“Tidak pernah mudah melepaskan sesuatu yang selama ini kita pikir sangat penting buat kita”. (halaman 69)
“Memangnya ada kebencian yang bisa mematikan cinta, coba kutanya”? (halaman 82 & 83)
“Rasa takut selalu sanggup mengubah seseorang. Apalagi rasa takut kehilangan. Ditinggalkan. Dilupakan”. (halaman 197)
“Kita sama-sama tahu, setiap manusia harus menaklukkan rasa takutnya, dan tidak ada yg bisa melakukannya selain dirinya sendiri”. (halaman 313)






Love,
Bookieslicious



[Bookieslicious Book Review] Cinta Akhir Pekan - Dadan Erlangga

Rabu, 30 Desember 2015


Judul: Cinta Akhir Pekan
Penulis: Dadan Erlangga
Cover: Soft Cover (13,5x20 cm)
Halaman: 344 halaman
Harga: Rp. 62.000

"Arlin yakin ia telah diperkosa!"

Setelah menginvestigasi dan menginterogasi keempat teman prianya yang menginap dan berpesta di suatu akhir pekan, semua
punya alibi yang meyakinkan bahwa mereka bukan pelakunya. Lalu, siapa?

Dunia dan masa depan Arlin runtuh dalam semalam. Ia bahkan sempat memutuskan akan mengakhiri hidupnya karena tak sanggup
menanggung aib dan malu.

Ketika akhirnya salah seorang mengaku sebagai pelakunya dan bersedia bertanggungjawab, Arlin tak serta-merta percaya. Arlin
mengenal pria itu sejak di bangku SMP, dan dia terlalu baik untuk melakukan hal sebejat itu.

Ironisnya, Arlin harus menerima pernikahannya agar benih yang ia kandung tidak dicap sebagai anak haram. Arlin bertekad
melampiaskan kemarahannya dan menjadikan pernikahan mereka sebagai neraka bagi pria itu. Hingga sebuah rahasia tersibak,
membuat Arlin percaya bahwa cinta yang tulus benar-benar ada….

"Seseorang telah merampas sesuatu yang yang paling berharga dalam diriku. Ada bagian yang tercerabut dariku dan meninggalkan kehacuran. Dan bagian yang telah dirampas itu tak meninggalkan bekas, kecuali kepedihan dan kesedihan yang tak terbatas."

Arlin yakin ia telah diperkosa. Tidak ada yang mengetahui pelakunya siapa, dirinya pun sendiri tidak mengetahui siapa pelakunya sebab pada malam liburan akhir pekan tersebut mata dan kakinya diikat dengan kain sehingga hanya gelap yang dapat Arlin rasakan ditambah ketidakberdayaannya karena malamnya ia telah meneguk minuman beralkohol pemberian Ferdy, salah satu dari empat laki-laki yang kemungkinan telah memperkosa Arlin.
Mereka menghabiskan liburan akhir pekan disebuah vila milik Edwin yang kala itu juga ikut. Mereka berenam- Arlin, Dita, Bisma (kekasih Dita), Ferdy, Edwin, dan Chandra (teman SMP Arlin).
Keempat lelaki tersebut mempunyai alibinya masing-masing untuk menutupi perbuatan hina yang telah dilakukannya.
Sampai pada disatu titik, atas bantuan Ibunya Arlin menemukan pelaku sesungguhnya. Ia tidak percaya bahwa yang melakukannya adalah lelaki tersebut, sebab ia mengenal baik laki-laki itu, tidak mungkin laki-laki yang sudah dikenalnya sejak lama rela melakukan perbuatan hina tersebut. Ada yang tidak beres?
Walaupun Arlin merasa tidak percaya, tak banyak yang dapat ia lakukan selain menerima rencana orang tuanya dan orang tua laki-laki tersebut untuk menikahkan Arlin dengan laki-laki itu. Terpaksa Arlin menerima permintaan Ibunya untuk menikah agar bayi didalam kandungannya selamat dan tidak dicap buruk oleh para tetangga di rumahnya dan orang-orang yang walaupun sudah dijelaskan kejadian sebenarnya namun tetaplah akan memandang sebelah mata Arlin sebab ia mengandung tanpa status yang jelas.
Setelah menikah, Arlin tinggal di rumah mertuanya- Bu Maria. Bagai neraka, bangun siang sedikit saja Ibu mertuanya tersebut langsung menerkamnya dengan kata-kata pedas, yang sama sekali tidak enak didengar.
Hari demi hari Arlin lewati sampai sebelum hari kelahirannya tiba, suatu rahasia dimalam akhir pekan itu tersibak. Tak disangka-sangka.

"Jangan sedih lagi ya. Sekarang sudah ada aku, yang akan selalu siap menjadi seseorang yang bisa kamu andalkan dalam situasi dan kondisi apa pun. Saat kamu butuh teman berbagi, telepon saja aku kapan pun kamu mau. Bahkan, kalau kamu perlu seseorang untuk kamu caci-maki atau kamu marah-marahi, kamu bisa meluapkan semua itu terhadapku, sampai kamu benar-benar merasa lega. Dan kalau kamu butuh sesuatu, jangan lagi merepotkan orang lain, karena aku bakal selalu jadi orang pertama yang siap melakukan apa saja untukmu."

Setelah saya pikir-pikir kayaknya ini pertama kalinya saya membaca novel yang pengarangnya adalah seorang laki-laki. Ya, benar sepertinya begitu tapi bukan ini yang ingin saya bahas. Saya hanya merasa bingung bagaimana bisa seorang Dadan Erlangga yang berwujud laki-laki ini bisa menuliskan cerita dengan memakai sudut pandang Aku- sih tokoh utamanya perempuan- Arlin Dianita. Memang banyak, yang hanya sekadar bisa menuliskannya tapi menulisnya dengan baik itu lah yang jarang saya rasa, bahkan sulit untuk ditemukan. Penulisnya agak sedikit feminitas barangkali sehingga mampu menyelami perasaan Arlin dengan begitu baik. Awalnya saya tidak tahu novel ini, kemudian salah satu teman merekomendasikan novel ini katanya ini novel Amore yang lagi heboh-hebohnya bagus, jadilah saya melihat covernya kok lucu banget ya gemesss gitu. Baca sinopsisnya oke makin buat penasaran ditambah ngubek-ngubek google buat baca reviewnya dari teman-teman makin penasaran terus lihat rating goodreads juga tinggi dan langsung beralih ke note hanpdhone masukin daftar wishlist teratas. Gak mau tahu pokoknya saya harus bisa membaca ksiahnya Arlin ini. Dan pas banget sesuai judulnya, saya membacanya di akhir pekan gini yuhuuu makin nambah sensasi membaca yang bagus banget ^^

Sejak membaca review dari teman-teman saya kok sudah bisa menduga ya  siapa pelaku sesungguhnya, enggak sulit buat menemukannya ketika baru saja membaca namanya saya sudah kayak yang ini nih pelakunya gak salah lagi deh, dan ketika sudah membaca ceritanya saya makin tetap yakin dia pelakunya tapi motifnya ini apa loh? Saya tidak menemukannya sampai pada akhirnya dilembaran belakang-belakang, saya pikir pantesan gak ada motif tertentu orang yang campur tangan aja banyak.
Bisa dibilang saya cepat menuntaskan kisahnya Arlin ini, hanya butuh waktu dua hari saja hahaha, bagi saya itu sudah sangat cepat. Sesuka-sukanya saya sama sebuah buku palingan bisa menghabiskannya dalam waktu 3 - 5 hari tapi berhubung ini buku lumayan tebal jadi ya saya memberi apresiasi kepada diri saya sendiri karena telah berhasil menuntaskannya dalam waktu dua hari saja. Yayyyy.
Tapi yang saya sayangkan dari buku ini, saya sulit menemukan qoutes kece untuk saya pamerkan direview ini. Apa karena saya bacanya terlalu asik ya jadi gak sadar kalau sebenarnya banyak quotes kece yang siap melengkapi reveiw ini? Ah entah lah.
Untuk karakternya sendiri, tidak berbeda jauh sama yang lain pasti unggulannya ya  sih Chandra. Yah kan ... saya tadinya tidak ingin menyebutkan nama laki-laki tersebut direview ini biar pada penasaran laki-laki mana yang rela mengakui anak didalam kandungannya Arlin adalah anaknya dan mengakui perbuatan hinanya terhadap Arlin padahal bukan dia yang melakukannya. Hah, laki-laki mana? Cuma Chandra gais. Iya cuma dia, saya ini bingung Chandra punya apa sampe bisa bertahan walaupun diperlakukan kasar sama Arlin? Eh iya saya ingat dia ini kan punya sih Super Chandra ya hahaha.
Oke, saya gak tahu gimana buat ngedeskripsiin perasaan suka saya sama sih Chandra ini. Cuma bisa sekadar bilang suka tanpa menjelaskan detilnya bagaimana, ya intinya suka pake banget. Setiap perkataan dan tindakannya saya selalu suka, kamu beruntung Ar punya Chandra.

Saya suka cerita yang memang diawal sudah terlihat jelas konfliknya seperti apa, jadi semakin membuat penasaran pembaca menebak-nebak endingnya akan seperti apa. Ketimbang cerita yang konfliknya baru muncul dipertengahan astaga bikin gereget nungguin kapan nemu konfliknya, tapi Cinta Akhir Pekan ini salah satu buku yang sudah memang terlihat jelas konfliknya diawal kemudian lembar demi lembarnya semakin buat gereget untuk nemuin sih penjahat hina tersebut dan  sampailah pada satu titik yang cukup memuaskan. Tapi ya saya kurang puas sih sama endingnya, tetap manis sih cuma kurang gereget aja. Dan saya menyesalkan kenapa Diandra harus hidup dalam waktu yang hanya sebentar? Tapi diakhir saya merasa memang seharusnya lah Diandra pergi ...
Untuk Arlin sendiri, karakternya sangatlah menyebalkan sebagai seorang wanita, apa mungkin karena saya tidak berada diposisi Arlin makanya saya bisa bilang begitu? Ah entahlah yang pasti Arlin ini menyebalkan sekali tidak peduli sebaik apapun Chandra dia tetap berlaku kasar, untungnya disela-sela cerita Arlin ini sempat baik ya sama Chandra kalau enggak sih mungkin saya bakal sebel banget sama Arlin sampai sekarang haha dan saya lebih respect ke Dita.

And then balik lagi seperti review orang-orang memang Cinta Akhir Pekan ini ceritanya menarik banget. Banyak pelajaran yang bisa didapatkan dan bisa sambil bermimpi punya kekasih seperti Chandra.

"Air mata lebih mudah keluar daripada kata-kata" (halaman 13)

"Kalau kamu ingin menggerakkan tubuh seseorang, jangan menarik tangannya tapi sentuhlah hatinya" (halaman 82)

"Kalau kita tunduk pada emosi, kita hanya akan mendapatkan kepuasan sesaat lalu berakhir penyesalan" (halaman 89)

"Aku bahkan tidak hanya jatuh cinta, tapi juga benar-benar mencintai dan menyayangimu" (halaman 255)





Love,
Bookieslicious





 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS